Jumat, 20 Mei 2016

menguji asam basa dengan indikator kunyit

A.    NAMA PERCOBAAN: Indikator Asam Basa
B.     TUJUAN PERCOBAN: Menguji Asam Basa Dengan Menggunakan Indikator Alam (Kunyit) dan Menguji Kandungan Borak Dalam Makanan
C.    LANDASAN TEORI:
Definisi
Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis. Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan/bekas kebun. Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl, ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India. Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kurkum dan Yunani Karkom. Pada tahun 77-78 SM, Dioscorides menyebut tanaman ini sebagai Cyperus menyerupai jahe, tetapi pahit, kelat, dan sedikit pedas, tetapi tidak beracun. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India, Cina Selatan, Taiwan, Indonesia (Jawa), dan Filipina (Kementrian Ristek, 2003).
Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm. Batang merupakan batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak). Daun tunggal, bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu, panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm, berwarna putih/kekuningan. Ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun yang rata. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan, daging buah merah jingga kekuning-kuningan (Kementrian Ristek, 2003).
Kandungan
Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin dan zat- zat manfaat lainnya. Kandungan Zat : Kurkumin : R1 = R2 = OCH3 10 % Demetoksikurkumin : R1 = OCH3, R2 = H 1 – 5 % Bisdemetoksikurkumin: R1 = R2 = H sisanya Minyak atsiri / Volatil oil ( Keton sesquiterpen , turmeron , tumeon 60%, Zingiberen 25%, felandren , sabinen , borneol dan sineil ) Lemak 1 -3 %, Karbohidrat 3 %, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%, Garam-garam Mineral (Zat besi, fosfor, dan kalsium) sisanya. Jadi 1 gram kunyit mengandung 50 gram kurkumin (Wikipedia, 2005).
Dalam penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Universitas Arizona tersebut mereka menemukan kunyit mengandung unsur kunci protein yang disebut NF-kappa B yang mengendalikan aktifitas senyawa yang menimbulkan peradangan dibagian persendian (Funk, 2006).

D.    ALAT DAN BAHAN:
ALAT:
1.                  Tabung Reaksi Dan Rak 6 Buah
2.                  Cawan Dan Alu Penggerus
3.                  Pipet tetes
4.                  Beker gelas
5.                  Kertas saring
6.                  Corong pemisah
BAHAN:
1.                  Kunyit
2.                  Larutan boraks
3.                  Bahan makanan yang akan di uji
E.     LANGKAH KERJA:
1.      Kupaslah kunyit lalu gerus dalam cawan,tambahkan air lalu saring dalam gelas beker,dengan menggunakan kertas saring.
2.      Siapkan larutan yang akan di uji
3.       Ke dalam tabung reaksi tambahkan 5 tetes larutan kunyit.
4.      Masukkan larutan yang akan di uji masing masing sebanyak 10 ml ke dalam tabung reaksi yang berbeda dan yang sudah berisi larutan kunyit
5.      Lihat dan amati perubahan yang terjadi pada setiap tabung rekasi
6.      Catat hasil pengamatan pada table pengamatan
F.     DATA PENGAMATAN
No
Jenis Bahan
kandungan boraks
+
-
1
Sampel a


2
Sampel b


3
Sampel c


4
Sampel d


5
Sampel e


6
Sampel f



G.    ANALISA DATA
Dari data tersebut di atas di dapat bahwa sampe a,b,d,e, dan f larutan yang positif mengandung boraks.
Sebenarnya ada cara lain untuk mengawetkan makanan selain menggunakkan boraks yaitu dengan  cara di asinkan, di asapi, dan lain sebagainya yang aman dan tidak berbahaya untuk tubuh kita.
Zat kurkuminoid merupakan zat yang terkandung dalam kunyit yang merupakan suatu senyawa di aril heptanoid 3-4% yang terdiri dari curcumin ,di hidrokurkumin, desmetoksikurkumin,dan bisdesmetoksi kurkumin . lalu minyak atsiri 2-5% yang terdiri dari seskuiterpen dan turunan penilpropana turmeron. Lalu arabinosa,pruptosa,glukosa,pati,tanin dan dammar. Lalu mineral yaitu magnesium besi,mangan,kalsium,natrium,kalium,timbal,seng,kobalt, alumunium,dan bismut.
Sikap yang kami  lakukan apabila mendapati pedagang yang menggunakan borak pada dagangannya adalah tidak jadi untuk membeli makanan yang dijualnya dan memberitahu pada pedagang tersebut bahwa borak berbahaya bagi kesehatan.

H.    KESIMPULAN
Dari percobaan tersebut dia atas dapat kami simpulkan bahwa kunyit dapat dijadikan sebagai indicator , kunyit juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk menguji suatu larutan apakah dalam larutan tersebut mengandung boraks atau tidak.

0 komentar:

Posting Komentar